Pada saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, tingkat kesadaran terhadap rasa nasionalisme yang berada pada kehidupan masyarakat semakin berkurang. Banyak sekali budaya dari luar yang masuk kedalam Indonesia. Hal tersebut dapat menyebabkan akulturisme atau secara perlahan akan menghilangkan suatu kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia (M & Hidayatulloh, Farid Sayyidul Abrori, 2023). Suatu tantangan terbesarnya adalah ketika kita sudah berusaha untuk mencintai tanah air, tetapi disisi lain masih terdapat beberapa pihak yang merusak. Jadi pesannya tidak sampai sehingga terkadang kita hanya akan merasa muak, benci, sehingga jadi dapat menimbulkan rasa apatis, yang membuat kita lebih mencintai budaya negara lain dan tidak mau menjadi bagian dari negara indonesia sendiri.

Pengertian Cinta Tanah Air & Bela Negara

Cinta tanah air adalah perasaan dan perilaku masyarakat yang mencerminkan rasa bangga, setia, peduli, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya, ekonomi, politik, dan aspek lainnya, sehingga masyarakat tidak akan tergiur dengan tawar-menawar bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri (Rizkya Salsabila et al., 2021). Bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara yang didasarkan pada rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Warga negara rela berkorban untuk menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara, keutuhan wilayah, dan nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 (Puspitasari, 2021).

Cinta tanah air dan bela negara merupakan suatu nilai fundamental yang terus ditanamkan oleh IPPNU melalui beberapa kegiatan yang positif. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan narasumber kami yang berinisial IA yang merupakan seorang mahasiswi sekaligus sebagai salah satu anggota IPPNU, menyebutkan bahwa Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan sebuah organisasi yang bersifat untuk pelajar, pengkaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan. IPPNU menunjukan bahwa organisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan agama saja, tetapi juga merupakan organisasi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial dan politik.

Rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan bela negara tidak hanya untuk seorang pelajar, namun sangat penting untuk diterapkan pada semua kalangan usia. Misalnya dengan mengikuti kegiatan upacara di sekolah, berdiskusi terkait suatu masalah yang sedang terjadi saat ini dan

bagaimana cara menyelesaikan, bergotong royong membersihkan lingkungan ditempat umum, bekerja sama dengan masyarakat, dan membantu untuk menyuarakan suara rakyat. Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Dalam organisasi IPPNU sering mendengar kata “Hubbul Wathon Minal Iman” yang memiliki arti “cinta tanah air adalah sebagian dari iman”, dimana pada kalimat tersebut sudah menggambarkan bahwa agama islam tidak hanya memfokuskan umatnya untuk beribadah saja. Tetapi juga untuk menumbuhkan cinta tanah air dengan melakukan berbagai hal yang baik, serta menghargai sesama yang berasal dari iman itu sendiri.

Penerapan Kegiatan Cinta Tanah Air & Bela Negara dalam IPPNU

Dalam menerapkan kembali sikap “Hubbul Wathon Minal Iman” pada remaja millennial, IPPNU melakukan beberapa kegiatan, seperti kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA), Ziarah Masyayikh, dan Konferensi Anak Cabang (Konferencab). MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) merupakan masa kesetiaan anggota atau kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh calon anggota IPPNU sebelum resmi menjadi anggota. Kegiatan MAKESTA ini dilaksanakan di kantor Pengurus Cabang NU Yogyakarta pada tanggal 14-15 Desember 2024. Ziarah masyayikh adalah tindak lanjutan dari kegiatan makesta, yang dilakukan untuk memperkenalkan lebih jauh anggota IPPNU kepada para leluhur di IPPNU. Kegiatan ziarah ini dilaksanakan di makam Hj. Umroh Mahfudzoh, Makam Dongkelan pada tanggal 21 Desember 2024. Sedangkan Konferencab adalah sebuah forum akhir dari kepengurusan IPPNU dan pergantian jajaran kepengurusan yang baru. Kegiatan konferancab ini dilaksanakan di SMK Al-Munawwir pada tanggal 29 Juni 2024. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang penting untuk dilakukan dan diikutsertakan oleh seluruh anggota IPPNU.

Tujuan Kegiatan yang Dilakukan IPPNU

Kegiatan tersebut memiliki urgensi masing-masing dengan tujuan utama yaitu menjalin solidaritas yang kuat antar sesama anggota. Dengan adanya rasa solidaritas itu, maka akan melahirkan kegiatan-kegiatan lainnya. Jika diterapkan di masyarakat, dengan adanya konferancab dan makesta tentu di dalamnya ada musyawarah untuk mufakat, dalam mengimplementasikan rasa cinta tanah air kita bisa menjadikan musyawarah sebagai salah satu cara untuk membangun suatu daerah yang tertata dengan orientasi kerukunan antar sesama. Dengan berlandaskan nilai solidaritas dan musyawarah, sebagai pelajar diharapkan untuk bersikap bijak dalam merespon beberapa fenomena yang sedang terjadi saat ini, dapat menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, kami selaku mahasiswa perlu menanamkan daya analitik yang kuat. Dimana ketika kami mendapatkan suatu informasi tersebut tidak langsung bisa kami terima dengan mentah-mentah, tetapi kami perlu mencari tahu kebenaran dari informasi tersebut, seperti siapa yang mengatakannya, sumbernya berasal dari mana, dan lainnya.