Sebagai orang yang sehari-hari memasak di rumah, atau mungkin sebagai pelaku usaha kuliner, Anda pasti peduli dengan kebersihan dapur. Dua istilah yang sering kita dengar, yaitu Sanitasi dan Disinfeksi sering dianggap sama dan digunakan secara bergantian. Padahal, keduanya adalah konsep berbeda yang memiliki peran spesifik.

Memahami perbedaannya bukan hanya urusan profesional di restoran, tetapi juga kunci penting untuk melindungi keluarga di rumah dari kontaminasi makanan. Mari kita kupas tuntas.

Apa Itu Sanitasi?

Bayangkan sanitasi sebagai proses “meredam” atau mengurangi jumlah bakteri, virus, dan kuman di permukaan benda ke tingkat yang dianggap aman oleh standar kesehatan. Tujuannya adalah mengontrol populasi mikroba, bukan membasminya hingga tuntas.

Fokusnya adalah menciptakan lingkungan yang aman untuk kontak dengan makanan. Cara kerjanya dengan menggunakan bahan kimia sanitizer (cairan pembersih khusus) atau air panas (minimal 77°C). Contoh aplikasi di dapur adalah dengan  merendam gelas, piring, dan sendok di bak sanitizer setelah dicuci. Contoh lainnya yaitu mengelap meja makan atau meja dapur yang sudah dibersihkan dengan lap yang dicelup larutan sanitizer.

Apa Itu Disinfeksi? 

Disinfeksi adalah langkah yang lebih “agresif”. Proses ini bertujuan untuk membunuh atau menonaktifkan hampir semua mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) pada permukaan benda mati. Targetnya adalah pembasmian secara spesifik.

Fokusnya yaitu membunuh mikroba berbahaya seperti E. coliSalmonella, atau mungkin virus flu. Cara kerjanya dengan menggunakan bahan kimia yang lebih kuat (disinfectant) seperti pemutih pakaian (bayclin/clorox), hydrogen peroxide, atau alkohol dengan konsentrasi minimal 70%. Kuncinya: harus dibiarkan menempel di permukaan selama beberapa menit (waktu kontak antara 3-10 menit).

Contoh aplikasi di dapur yaitu membersihkan talenan bekas memotong daging mentah, wastafel pencucian, atau gagang pintu freezer. Termasuk juga membersihkan tumpahan jus di lantai atau meja, atau membersihkan tempat sampah.

Urutan Kerja yang Benar: Bersih  (Disinfeksi)  Sanitasi

Jangan langsung menyemprot disinfektan ke permukaan yang berminyak atau kotor. Itu sia-sia. Ikuti langkah berurutan ini:

  1. Bersihkan (Clean): Langkah WAJIB pertama. Hilangkan kotoran, noda, lemak, dan sisa makanan dengan air, sabun cuci piring, dan gosokan. Ini menghilangkan “perisai” pelindung kuman.
  2. Disinfeksi (Disinfectjika diperlukan: Untuk area berisiko tinggi (misal, bekas daging/ikan mentah, atau permukaan yang sering disentuh banyak orang), aplikasikan disinfektan sesuai petunjuk dan BIARKAN SELAMA WAKTU KONTAK YANG DISARANKAN. Jangan langsung dilap kering!
  3. Sanitasi (Sanitize): Untuk permukaan yang akan langsung bersentuhan dengan makanan siap santap (misal, meja untuk memotong roti atau buah, peralatan makan setelah dicuci), lakukan sanitasi sebagai langkah akhir.

Tips Praktis untuk Semua Jenis Dapur:

  • Baca Label dengan Teliti: Produk “pembersih” belum tentu “disinfektan”. Cari kata “disinfectant” atau “sanitizer” pada kemasan. Ikuti petunjuk pengenceran dan waktu kontak.
  • Pisahkan Peralatan: Gunakan talenan dan pisau berbeda untuk bahan mentah (terutama daging/ikan) dan makanan siap makan (sayur, buah, roti). 
  • Perhatikan Titik Sentuh: Gagang kulkas, tombol kompor, keran air, dan gagang pisau adalah titik kritis yang sering luput dibersihkan. Beri perhatian ekstra.
  • Untuk Rumah Tangga: Buat larutan disinfektan sederhana dengan 1 sendok makan pemutih pakaian (mengandung sodium hipoklorit 5-6%) dicampur dengan 1 liter air. Ini efektif untuk banyak permukaan dapur (selalu uji di area kecil terlebih dahulu).
  • Untuk Pelaku Usaha: Buatlah prosedur standar (SOP) dan catatan jadwal pembersihan untuk memastikan konsistensi, terutama jika melibatkan banyak staf.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat menggunakan produk dan tenaga dengan lebih efektif—baik untuk menghemat waktu di dapur rumah maupun untuk meningkatkan standar keamanan di usaha kuliner Anda. Dapur yang tidak hanya terlihat bersih, tetapi juga terbukti aman, adalah fondasi kesehatan keluarga dan kepercayaan pelanggan. Jadikan dapur Anda zona bebas kontaminasi!

Ingin mempelajari gizi lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.  

Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science. 

Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.