Buka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus adalah momen penting untuk “menghidupkan kembali” metabolisme tubuh. Pilihan makanan pertama saat berbuka tidak hanya soal tradisi, ada alasan ilmiah mengapa kurma sering dianjurkan sebagai makanan pembuka di bulan Ramadan.
Saat berpuasa selama belasan jam, gula darah (glukosa) dalam tubuh menurun karena tubuh telah menggunakan cadangan energi untuk berbagai aktivitas. Turunnya kadar gula darah ini membuat tubuh lemah, pusing, dan mudah lelah jika tidak cepat diatasi setelah berbuka. Karena itu, tubuh membutuhkan sumber glukosa yang cepat tetapi stabil untuk mengembalikan energi.
Kurma mengandung gula alami berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh—ini membantu mengembalikan kadar gula darah yang turun selama puasa.
Tidak hanya itu, serat dalam kurma juga membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah sehingga kenaikan gula darah tidak terlalu tajam. Ini membuat kurma menjadi sumber energi yang lebih stabil dibanding makanan tinggi gula olahan.
Berbagai penelitian tentang kurma menunjukkan bahwa secara umum buah ini memiliki indeks glikemik sedang hingga rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis seperti gula murni.
Seringkali ketika berbuka puasa kita cenderung memilih makanan yang sangat manis atau berlemak seperti gorengan, es manis, atau minuman ringan kemasan. Namun pilihan ini justru bisa:
- Menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat
- Memicu lonjakan insulin
- Meninggalkan rasa lapar lagi dalam waktu singkat
- Memberatkan kerja pencernaan yang masih “kosong” setelah lama puasa
Sementara itu, kurma sebagai buah alami kaya nutrisi membantu memulihkan gula darah tanpa lonjakan yang tajam.
Kurma tidak hanya gula, buah ini juga mengandung serat yang tinggi. Serat membantu memperlambat proses pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama setelah berbuka.
Dengan rasa kenyang yang lebih lama, potensi makan berlebihan setelah makan besar bisa berkurang. Ini sangat baik untuk menjaga kestabilan energi dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Dengan mengonsumsi kurma terlebih dulu saat berbuka, tubuh mendapatkan kombinasi pemulihan energi cepat, kestabilan gula darah, dan suplai nutrisi penting—semua ini mendukung kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
Ingin mempelajari gizi lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.