Yogyakarta, (03/12/25) – Mahasiswa Gizi Universitas Alma Ata mengadakan penggalangan dana untuk korban banjir Aceh, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat pada Rabu, 03 Desember 2025 di beberapa titik di Kota Yogyakarta, seperti Nol KM, lampu merah Congcat, lampu merah Pingit, lampu merah Gramedia dan UIN.

Periode akhir November 2025 menjadi waktu yang sulit bagi penduduk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus selama beberapa hari mengakibatkan sungai-sungai yang tenang meluap dan berubah menjadi aliran deras, menghancurkan area pemukiman warga.

Tragedi banjir bandang ini menyebabkan desa-desa terendam, infrastruktur publik rusak, dan terputusnya jaringan listrik, transportasi darat, serta komunikasi. Kondisi ini kian memburuk seiring berjalannya waktu.

Ditengah krisis ini, Himpunan Mahasiswa Gizi (HIMAGI) bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Alma Ata, turun ke jalan untuk mengumpulkan dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan kepada korban bencana banjir bandang Sumatera. Banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Sumatera telah memicu respons cepat dari mahasiswa gizi di Universitas Alma Ata. Mereka menunjukkan semangat cinta tanah air dan bela negara melalui aksi pengumpulan dana bantuan.

Peristiwa ini adalah bukti bahwa cinta tanah air dan bela negara bukan hanya tentang retorika atau upacara bendera. Generasi muda seperti mahasiswa gizi ini menunjukkan bahwa bela negara bisa dilakukan melalui aksi konkret, seperti menolong sesama di saat krisis. Di era perubahan iklim dan parahnya kerusakan alam seperti sekarang, bencana seperti banjir bandang Sumatra November 2025 mengingatkan kita bahwa Indonesia butuh pemuda yang siap bertindak. Mereka tidak menunggu perintah pemerintah; mereka inisiatif sendiri. Jika lebih banyak generasi muda terlibat, Indonesia akan lebih kuat menghadapi tantangan masa depan. Semangat ini harus dijaga, agar cinta tanah air bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata yang membangun bangsa.