Menjalani sahur dengan menu yang tepat sangat penting agar puasa di siang hari terasa nyaman. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah makanan pedas aman dikonsumsi saat sahur? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami bagaimana tubuh bekerja saat perut kosong dan bagaimana makanan pedas memengaruhi sistem pencernaan.
1. Apa yang Terjadi di Lambung Saat Perut Kosong + Makanan Pedas
Saat perut dalam keadaan kosong — seperti saat sahur setelah bangun tidur — lambung masih penuh dengan cairan lambung yang berfungsi memecah makanan. Ketika makanan pedas masuk, senyawa aktif dalam cabai, yaitu capsaicin, dapat merangsang reseptor di lambung dan esofagus (kerongkongan). Efeknya adalah:
- Produksi asam lambung bisa meningkat karena tubuh merespons iritasi pada dinding lambung.
- Capsaicin juga berpotensi mengiritasi lapisan lambung dan esofagus, yang membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.
Selain itu, makanan pedas sering dikaitkan dengan penundaan pengosongan lambung sehingga makanan berada lebih lama di dalam lambung, yang dapat memperburuk rasa tidak nyaman jika perut masih kosong.
2. Risiko Nyeri Ulu Hati, Mual, dan Refluks Asam
Makanan pedas bisa memicu gejala yang dikenal sebagai refluks asam (acid reflux) — yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan — yang biasanya dirasakan sebagai sensasi terbakar di dada atau ulu hati.
- Heartburn / nyeri ulu hati: Sensasi terbakar akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat semakin terasa jika makanan pedas memperlemah fungsi katup esofagus bawah.
- Mual dan perih perut: Terutama pada orang yang sudah memiliki gangguan pencernaan seperti gastritis atau maag.
Oleh karena itu, menu sahur yang terlalu pedas berisiko memicu gejala yang membuat puasa terasa kurang nyaman.
3. Dampak Terhadap Rasa Haus di Siang Hari
Walaupun sambal dan makanan pedas tidak secara langsung mengandung diuretik, makanan pedas dapat menyebabkan tubuh berkeringat atau memicu sensasi panas di tubuh. Keringat yang lebih banyak bisa berkontribusi pada kehilangan cairan tubuh, yang membuat seseorang merasa lebih cepat haus di siang hari — terutama jika asupan cairan saat sahur tidak cukup.
Selain itu, jika pedas memicu gangguan pencernaan (misalnya refluks atau mual), ini bisa membuat pola makan saat sahur terganggu dan berdampak pada asupan cairan dan nutrisi, sehingga rasa haus terasa lebih intens di siang hari.
Ingin mempelajari gizi lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.