Setiap tanggal 24 Maret, dunia memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia sebagai momentum meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Peringatan ini didorong oleh World Health Organization untuk mengingatkan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia.
Selama ini, fokus utama pengendalian TBC adalah kepatuhan minum obat. Padahal, obat saja tidak cukup. Tanpa dukungan gizi yang baik, proses penyembuhan bisa lebih lama, risiko putus obat meningkat, dan kualitas hidup pasien menurun. Di sinilah peran gizi menjadi bagian penting dari terapi TBC.
TBC dan status gizi memiliki hubungan dua arah. Di satu sisi, gizi kurang meningkatkan risiko terkena TBC karena daya tahan tubuh melemah. Di sisi lain, infeksi TBC dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kehilangan massa otot.
Peradangan kronis akibat infeksi membuat kebutuhan energi dan protein meningkat. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, tubuh akan “mengorbankan” jaringan otot untuk memenuhi energi, sehingga pasien tampak semakin kurus dan lemah.
Mengapa Obat TBC Perlu Didukung dengan Gizi yang Baik?
Pengobatan TBC membutuhkan waktu lama (berbulan-bulan). Selama periode ini, pasien kerap mengalami efek samping obat seperti mual, tidak nafsu makan, atau lemas. Asupan gizi yang cukup membantu:
- Memperkuat sistem imun agar tubuh lebih efektif melawan infeksi
- Mempercepat perbaikan jaringan yang rusak akibat proses infeksi
- Mencegah penurunan berat badan berlebih
- Mendukung kepatuhan minum obat karena kondisi tubuh lebih fit
Dengan kata lain, gizi yang baik membuat pengobatan bekerja lebih optimal.
Ingin mempelajari gizi lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.