Belakangan ini, pembahasan mengenai susu formula lanjutan untuk bayi usia 6–12 bulan dan formula pertumbuhan untuk anak usia 1–3 tahun semakin ramai di masyarakat. Banyak orang tua mulai menganggap susu formula sebagai kebutuhan utama agar anak dapat tumbuh sehat dan cerdas. Padahal, menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), fondasi utama pemenuhan gizi anak tetap berasal dari ASI, MPASI bergizi seimbang, dan pola makan keluarga yang baik.
Pada usia 6–24 bulan, anak memasuki masa penting complementary feeding atau pemberian makanan pendamping ASI. Dalam periode ini, kebutuhan gizi anak lebih banyak dipenuhi melalui MPASI yang mengandung protein hewani, sayur, buah, dan sumber energi yang cukup. WHO Complementary Feeding Guideline 2023 menegaskan bahwa kualitas MPASI memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Susu formula memang dapat menjadi alternatif dalam kondisi tertentu, misalnya ketika ASI tidak tersedia atau anak memiliki kebutuhan medis khusus. Namun, formula lanjutan dan formula pertumbuhan bukanlah kebutuhan wajib bagi semua anak sehat. Bahkan, WHO Recommendation on Follow-Up Formula menyebutkan bahwa follow-up formula dan growing-up milk tidak direkomendasikan sebagai kebutuhan rutin pada anak usia 6–36 bulan.
Orang tua perlu memahami bahwa pertumbuhan optimal anak tidak hanya ditentukan oleh konsumsi susu formula. Pola makan yang beragam, kebiasaan makan yang baik, aktivitas fisik, dan pola asuh yang responsif justru memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan anak. Oleh karena itu, pemberian susu formula sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak dan tidak menggantikan pentingnya ASI serta makanan keluarga yang bergizi.
Ingin mempelajari gizi lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.