Beras merupakan salah satu makanan pokok yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari, nasi menjadi bagian dari menu makan keluarga. Namun, tahukah kamu bahwa beras tidak hanya dapat menjadi sumber energi, tetapi juga dapat diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro?

Salah satunya melalui beras fortifikasi. Lalu, apa sebenarnya beras fortifikasi dan mengapa pangan ini mulai banyak diperkenalkan sebagai salah satu upaya meningkatkan asupan zat gizi masyarakat? Yuk, kenali lebih lanjut!

Apa Itu Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral tertentu melalui proses fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizinya. Fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi mikro secara sengaja ke dalam pangan untuk meningkatkan kualitas gizi dan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Pada beras, zat gizi yang dapat ditambahkan antara lain zat besi, asam folat, vitamin B kompleks, vitamin A, dan seng, tergantung pada kebutuhan gizi dan tujuan program fortifikasi.

Dengan demikian, beras fortifikasi pada dasarnya tetap merupakan pangan pokok yang dikonsumsi seperti biasa, tetapi memiliki tambahan zat gizi mikro yang tidak atau hanya terdapat dalam jumlah kecil pada beras biasa.

Mengapa Beras Perlu Difortifikasi?

Salah satu alasan utama fortifikasi dilakukan adalah untuk membantu mengatasi kekurangan zat gizi mikro di masyarakat.

Kekurangan zat besi, misalnya, dapat berhubungan dengan anemia. Sementara itu, asam folat memiliki peran penting dalam pembentukan sel dan perkembangan tubuh. Karena beras dikonsumsi secara rutin oleh banyak masyarakat, beras dapat menjadi salah satu kendaraan pangan untuk meningkatkan asupan zat gizi mikro.

WHO menyebutkan bahwa fortifikasi pangan merupakan salah satu intervensi yang dapat membantu mencegah dan mengendalikan kekurangan vitamin dan mineral. Untuk beras, fortifikasi dengan zat besi direkomendasikan sebagai strategi kesehatan masyarakat pada populasi yang menjadikan beras sebagai makanan pokok.

Di Indonesia sendiri, fortifikasi pangan telah menjadi bagian dari upaya peningkatan status gizi masyarakat. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa beras termasuk salah satu pangan yang dapat difortifikasi dengan zat besi, seng, asam folat, serta vitamin B1 dan B2.

Apa Manfaat Beras Fortifikasi?

Manfaat utama beras fortifikasi adalah membantu meningkatkan asupan zat gizi mikro melalui pangan yang sudah biasa dikonsumsi sehari-hari.

Beberapa manfaat yang menjadi tujuan fortifikasi beras antara lain:

1. Membantu memenuhi kebutuhan zat besi

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk pembentukan hemoglobin. Fortifikasi beras dengan zat besi dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu meningkatkan status zat besi pada populasi yang berisiko mengalami kekurangan.

2. Membantu memenuhi kebutuhan asam folat

Asam folat merupakan salah satu vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel dan berbagai proses metabolisme tubuh. Fortifikasi dengan asam folat dapat digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan status folat pada populasi tertentu.

3. Membantu meningkatkan asupan vitamin dan mineral

Beras dapat difortifikasi dengan beberapa mikronutrien, seperti vitamin B kompleks, vitamin A, seng, zat besi, dan asam folat. Jenis dan jumlah zat gizi yang digunakan disesuaikan dengan tujuan fortifikasi serta kebutuhan populasi.

4. Menjangkau masyarakat melalui pangan yang sudah familiar

Salah satu kelebihan fortifikasi pangan adalah zat gizi diberikan melalui makanan yang memang sudah biasa dikonsumsi masyarakat. Karena itu, fortifikasi dapat menjadi salah satu strategi populasi untuk meningkatkan asupan mikronutrien tanpa harus mengubah kebiasaan makan secara drastis.

Ingin mempelajari ilmu gizi dan pangan lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.  

Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi dan pangan terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science. 

Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.