Sering lupa meletakkan barang atau sulit mengingat informasi yang baru dipelajari memang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, jika hal ini terjadi terlalu sering, bisa jadi tubuh sedang kekurangan zat gizi yang penting untuk kesehatan otak. Asupan makanan yang kurang seimbang dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi dan daya ingat.
Salah satu nutrisi yang berperan penting dalam fungsi otak adalah asam lemak omega-3. Zat gizi ini banyak ditemukan pada ikan laut seperti salmon, tuna, dan sarden. Omega-3 membantu menjaga komunikasi antar sel saraf sehingga mendukung kemampuan belajar dan mengingat.
Selain itu, vitamin B kompleks, terutama vitamin B12 dan folat, juga penting untuk menjaga fungsi kognitif. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, mudah lelah, dan penurunan daya ingat. Sumbernya antara lain daging, telur, susu, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
Tidak kalah penting, konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti buah beri, jeruk, dan sayuran berwarna juga perlu diperhatikan. Antioksidan membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Oleh karena itu, pastikan pola makan sehari-hari beragam dan bergizi seimbang agar kesehatan otak tetap terjaga.
Ingin mempelajari ilmu gizi dan pangan lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi dan pangan terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.