Menjadi mahasiswa sering kali identik dengan jadwal yang padat dan anggaran yang terbatas. Tidak sedikit anak kuliahan yang memilih menu paling murah agar uang bulanan cukup hingga akhir bulan. Akibatnya, pola makan sering hanya berfokus pada rasa kenyang, sementara kualitas gizinya terabaikan.
Padahal, tubuh memerlukan energi dan zat gizi yang cukup agar tetap fokus mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas, dan menjalani berbagai aktivitas kampus. Kabar baiknya, makan bergizi seimbang tidak selalu identik dengan makanan mahal. Dengan memilih bahan pangan yang tepat, mahasiswa tetap dapat menerapkan konsep “Isi Piringku” tanpa membebani keuangan. Isi Piringku merupakan panduan makan sehat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menggambarkan proporsi makanan dalam satu kali makan. Setengah piring diisi oleh sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk.
Banyak mahasiswa beranggapan bahwa makan sehat memerlukan biaya besar. Padahal, Indonesia memiliki beragam sumber pangan bergizi dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk sumber protein, mahasiswa tidak harus selalu membeli daging sapi atau ayam fillet. Tempe, tahu, telur, ikan pindang, ikan kembung, dan ikan tongkol merupakan pilihan yang lebih ekonomis tetapi tetap kaya protein dan zat gizi penting. Demikian pula untuk sayur dan buah. Bayam, kangkung, sawi, pepaya, pisang, dan semangka umumnya mudah ditemukan dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.
Contoh Isi Piringku ramah kantong
| Pilihan Menu 1(sekitar Rp 10.000-12.000) | Pilihan Menu 2(sekitar 13.000-15.000) | Pilihan Menu 3(sekitar Rp 15.000-20.000) |
| Nasi putihTelur dadar/ceplokTempe gorengTumis kangkungPepaya | Nasi putihIkan pindangTahu gorengSayur asemPepaya | Nasi putihAyam panggangTempe orekCapcaySemangka |
Tidak semua mahasiswa memiliki anggaran yang sama. Jika dana makan terbatas, prioritaskan pengeluaran untuk protein (telur, tempe, tahu, ikan) dan sayuran, karena keduanya berperan penting dalam menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar dibanding membeli minuman kekinian atau camilan tinggi gula. Buah dapat dipilih sesuai musim agar lebih terjangkau.
Ingat bahwa sehat bukan tentang makanan yang mahal, tetapi tentang memilih makanan yang beragam, bergizi dan sesuai kemampuan finansial.
Ingin mempelajari ilmu gizi dan pangan lebih dalam? Program Studi S1 Gizi Universitas Alma Ata siap membekali Anda dengan ilmu yang komprehensif.
Sebagai program studi dengan akreditasi UNGGUL, kurikulum kami dirancang untuk mengupas tuntas ilmu gizi dan pangan terkini. Dibimbing oleh dosen-dosen ahli dan berpengalaman, anda akan belajar untuk menganalisis bukti-bukti ilmiah, merancang diet yang tepat, dan menjadi ahli gizi yang mampu memberikan rekomendasi berbasis science.
Jadilah ahli gizi profesional yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami sains di baliknya. Wujudkan passion Anda di Universitas Alma Ata.